Layanan Kami

Jasa profesi Psikolog yang disediakan oleh Lembaga Psikologi INTELEKTUALITA adalah:

1. Psychological Assesment atau Asesmen Psikologis

a. Rekrutmen & Seleksi

Asesmen Psikologis atau pemeriksaan psikologis (psikotes) yang bertujuan untuk mengungkapkan potensi intelektual, sikap kerja dan profil kepribadian individu serta kepemimpinan. Pemeriksaan dilakukan dengan memberikan serangkaian tes psikologi, berupa tes intelegensi, tes pengukuran kemampuan dasar dan tes kepribadian. Selain itu untuk lebih mempertajam analisa, dilakukan wawancara individual, studi kasus, serta observasi terhadap dinamika yang terjadi dalam diskusi kelompok (FGD/LGD). Asesmen Psikologis yang dilakukan dimaksudkan untuk seleksi calon karyawan.

b. Review Competency (Potential review)

Asesmen Psikologis atau pemeriksaan psikologis (psikotes) yang bertujuan untuk mengungkapkan potensi intelektual, sikap kerja dan profil kepribadian individu serta kepemimpinan. Pemeriksaan dilakukan dengan memberikan serangkaian tes psikologi, berupa tes intelegensi, tes pengukuran kemampuan dasar dan tes kepribadian. Selain itu untuk lebih mempertajam analisa, dilakukan wawancara individual, studi kasus, serta observasi terhadap dinamika yang terjadi dalam diskusi kelompok (FGD/LGD), presentasi dan atau role play. Asesmen Psikologis yang dilakukan dimaksudkan untuk evaluasi, pemetaan dan atau promosi karyawan.

c. Assessment Through Act Performance (ATAP)

Merupakan proses yang digunakan untuk mendeteksi Knowledge, Skills dan Attitude (Needs; Traits; Self Concept) SDM melalui berbagai macam metode penilaian komprehensif yang dapat membantu SDM untuk mengenali karakteristik dasar mereka yang mempengaruhi, atau dapat digunakan untuk memprediksi kinerja atau kemampuan mengatasi persoalan. Metode yang digunakan tersebut adalah :

- Tes tertulis (Psikotes).

- Presentasi Individual (Personal Strategic Planning)

- Behavioral Based Interview (BBI)

- Act Performance (Manajemen Pementasan)

Didalam metode Act Performance, sengaja dibangun suasana drama sehingga membuat individu seolah-olah dihadapkan pada situasi yang nyata. Situasi dirancang sedemikian rupa agar observer dapat melakukan eksplorasi mendalam terhadap aspek-aspek personal individu.

d. Assessment Center

Merupakan penilaian kinerja yang menggunakan lebih dari satu penilai (asesor) yang terlatih (observing, recording, classifying dan evaluating). Dalam setiap program Assessment Center, setiap kandidat diberikan berbagai simulasi tingkah laku (behavioral simulation) untuk kemudian diobservasi dan dievaluasi oleh beberapa assessor.

 

2.  Training atau Pelatihan

TRAINING THROUGH ACT PERFORMANCE (TTAP) merupakan model pembelajaran yang berdasarkan proses, dimana pengetahuan terkonstruksi melalui transformasi pengalaman kemudian dicoba untuk direfleksikan sehingga dapat menimbulkan insight (pembelajaran) bagi pengembangan diri. Selama proses pembelajaran peserta tidak hanya duduk diam mendengarkan presentasi saja melainkan terlibat aktif dalam sebuah aktivitas.

Pelatihan yang diberikan difokuskan pada upaya untuk mengembangkan SDM dan memberdayakan potensi individual. Dalam hal ini pelatihan yang diberikan didesain khusus sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pelatihan dapat dilaksanakan di perusahaan (in-house training ) maupun di tempat yang disepakati bersama, baik dalam bentuk in-door maupun out-door training.